Hukum Maluku 

Menjemput Masa Depan Lewat Literasi di Lapas Wahai

Wahai, indonesiatimur.co – Awali Juni dengan kegiatan yang positif, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai antusias memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk membaca berbagai koleksi buku yang tersedia. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam menumbuhkan budaya literasi serta meningkatkan pengetahuan dan wawasan Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.

Pada Senin (08/06/2026) pagi, sejumlah Warga Binaan terlihat mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku-buku pengetahuan umum, keagamaan, motivasi, hingga keterampilan. Suasana perpustakaan yang nyaman dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana belajar dan mengisi waktu luang secara bermanfaat.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menyampaikan kegiatan membaca merupakan bagian penting dari proses pembinaan Warga Binaan. Menurutnya, literasi membantu Warga Binaan memperoleh pengetahuan baru sekaligus membangun pola pikir yang lebih positif.

“Kami berharap Warga Binaan menambah wawasan dan menjadikan waktu selama menjalani pembinaan sebagai kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Perpustakaan menjadi salah satu sarana yang kami dorong agar dimanfaatkan secara maksimal oleh Warga Binaan,” ujar La Joi.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, mengatakan minat baca Warga Binaan terus menunjukkan perkembangan yang baik. Ia menilai keberadaan perpustakaan memberikan manfaat besar dalam mendukung program pembinaan kepribadian.

“Kami terus mengajak Warga Binaan untuk membiasakan diri membaca. Selain menambah ilmu pengetahuan, membaca juga meningkatkan kemampuan berpikir dan memberikan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Merpaty.

Salah satu Warga Binaan berinisial IB senang memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat menambah ilmu pengetahuan. Menurutnya, membaca buku menjadi kegiatan yang bermanfaat dan memberikan banyak pelajaran baru.

“Dengan membaca, saya mendapatkan pengetahuan yang sebelumnya tidak saya ketahui. Buku-buku di perpustakaan membantu saya untuk belajar banyak hal dan memberikan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ujar IB.

Melalui kegiatan literasi yang rutin dilaksanakan, Lapas Wahai berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pembinaan yang edukatif dan produktif. Diharapkan budaya membaca makin tumbuh di kalangan Warga Binaan sebagai bekal positif untuk masa depan yang lebih baik. (it-06)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.